Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu kembali menorehkan sejarah baru dalam perjalanan organisasi kemahasiswaan melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025–2026. Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Jerremy Teguh dan Seliva Wati resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM STT Tawangmangu.
Keduanya diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan BEM yang aspiratif, kreatif, solutif, dan inspiratif — sesuai dengan visi mereka untuk menjadikan BEM sebagai “suara mahasiswa yang berdampak nyata bagi kampus dan masyarakat.”
BEM STT Tawangmangu periode ini mengusung semangat baru dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan mengembangkan potensi di berbagai bidang.
Beberapa misi utama yang diusung antara lain:
Menyalurkan aspirasi mahasiswa secara cepat, terbuka, dan transparan.
Mengembangkan potensi akademik, seni, olahraga, dan kewirausahaan mahasiswa.
Membangun kerja sama yang kuat dengan organisasi intra dan ekstra kampus.
Menghadirkan program pengabdian masyarakat yang relevan dan berdampak, melalui sinergi antara biro pendidikan, UKM, dan lembaga internal kampus.
Pemilihan BEM tahun ini juga menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, tangguh, dan siap menjadi pelayan di tengah masyarakat. Proses ini mencerminkan nilai-nilai teologis yang menjadi dasar pendidikan di STT Tawangmangu: kepemimpinan yang melayani (servant leadership) dan pengabdian yang berlandaskan kasih Kristus.
Kehadiran pengurus baru diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antar mahasiswa, tetapi juga mendorong inovasi dalam kegiatan akademik dan sosial kampus. Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa, dosen, dan lembaga, BEM STT Tawangmangu terus berkomitmen menjadi wadah pertumbuhan yang nyata — membentuk generasi yang siap dibentuk dan siap pakai bagi pelayanan Tuhan.
Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu mengucapkan selamat dan sukses kepada Jerremy Teguh dan Seliva Wati beserta seluruh pengurus BEM periode 2025–2026.
Kiranya kepemimpinan yang baru ini menjadi berkat dan membawa perubahan positif bagi kehidupan kampus, masyarakat, dan pelayanan gerejawi.
“Dibentuk untuk melayani, dipersiapkan untuk berdampak.”
![]()