Munus Triplex Transformatif: Reinterpretasi Jabatan Kristus Menjawab Usulan Ekspansi Sahabat-Pelayan dari Moltmann dan Nugent
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.668Keywords:
Christ, King, Munus Quadruplex, Munus Triplex, PriestAbstract
The concept of the triplex munus, Christ as prophet, priest, and king, has been a dominant paradigm since the Reformation through the thought of John Calvin. The changing landscape of the church has prompted a reconsideration of its relevance. Jürgen Moltmann and John C. Nugent have suggested expanding it to a quadruplex munus by adding friend and servant, but this article critiques this approach for its tendency to reinforce the framework of tradition and shift attention from spiritual depth to a purely social orientation. Based on qualitative methods and an intertheological synthesis of classical and contemporary sources, this study proposes a transformative triplex munus that maintains the classical structure while enriching its meaning through two inter-office dimensions: relational (friend) and actional (servant). The results show that the transformative triplex munus maintains doctrinal continuity while encouraging participatory, egalitarian, and context-sensitive church praxis without the addition of a fourth office. The relational dimension guides liberating proclamation, while the actional dimension directs priesthood and kingship as concrete services to many. This framework provides operational guidelines for contemporary church proclamation, reconciliation, and leadership.
Abstrak
Konsep munus triplex, yakni Kristus sebagai nabi, imam, dan raja, telah menjadi paradigma dominan sejak Reformasi melalui pemikiran Yohanes Calvin. Perubahan lanskap gereja mendorong peninjauan ulang relevansinya. Jürgen Moltmann dan John C. Nugent mengusulkan perluasan menjadi munus quadruplex dengan menambahkan sahabat dan pelayan, namun artikel ini mengkritisi pendekatan tersebut karena berisiko mengaburkan kerangka tradisi dan menggeser perhatian dari kedalaman spiritual ke orientasi sosial semata. Berbasis metode kualitatif melalui sintesis interteologis atas sumber klasik dan kontemporer, penelitian ini menawarkan munus triplex transformatif yang mempertahankan struktur klasik sekaligus memperkaya makna melalui dua dimensi lintas jabatan: relasional (sahabat) dan aksional (pelayan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa munus triplex transformatif mampu menjaga kesinambungan doktrinal sambil mendorong praksis gereja yang partisipatif, egaliter, dan peka konteks tanpa penambahan jabatan keempat. Dimensi relasional menuntun pewartaan yang membebaskan, sedangkan dimensi aksional mengarahkan keimaman dan kerajaan sebagai pelayanan yang nyata bagi banyak orang. Kerangka ini memberi pedoman operasional bagi pewartaan, pendamaian, dan kepemimpinan gereja kontemporer.
References
Adiprasetya, Joas. Berteologi dalam Iman: Dasar-dasar Teologi Sistematika-Konstruktif. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2023.
Adiprasetya, Joas, trans. oleh. Gereja: Menuju Sebuah Visi Bersama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2024.
———. “Nabi dan Sahabat: Teologi Publik sebagai Keterlibatan Simbolis.” BIA 5, no. 2 (2022).
———. “Revisiting Jürgen Moltmann’s Theology of Open Friendship.” International Journal for the Study of the Christian Church 21, no. 2 (8 Maret 2021): 1–11. doi:10.1080/1474225X.2021.1942618.
Calvin, Yohanes. Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Diterjemahkan oleh Winarsih, J.S. Aritonang, Arifin, dan Th. van den End. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2024.
Ekpo, Anthony. “The Sensus Fidelium and the Threefold Office of Christ: A Reinterpretation of Lumen Gentium No. 12.” Theological Studies 76, no. 2 (8 Maret 2015): 330–46.
Gultom, Joyada Eliezer Hasian. “Kristus Sang Undangan – Redefinisi Allah sebagai Sahabat yang Persuasif dan Bukan Memaksa.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6, no. 2 (2023): 333–49. doi:10.34081/fidei.v6i2.414.
Hardawiryana, R. P. R, trans. oleh. Lumen Gentium (Terang Bangsa-bangsa). Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1990.
Jones, Timothy Paul. “Prophets, Priests, and Kings Today? Theological and Practical Problems with the Use of the Munus Triplex as a Leadership Typology.” Perichoresis 16, no. 3 (2018): 63–85. doi:10.2478/perc-2018-0017.
Kerr, Hugh Thomson, ed. A Compend of the Institutes of the Christian Religion by John Calvin. Philadelphia: Presbyterian Board of Christian Education, 1939.
Kreider, Glenn R. “Jesus the Messiah as Prophet, Priest, and King.” Bibliotheca Sacra 176, no. 702 (2019): 174–87.
Liston, Gregory John. “Eschatology and the Munus Triplex: The Threefold Anointing of the Spirit in Time.” Journal of Reformed Theology 14, no. 4 (2020): 323–43. doi:10.1163/15697312-bja10006.
Messakh, Besly Yermy Tungaoly. “Menjadi Sahabat bagi Sesama: Memaknai Relasi Persahabatan dalam Pelayanan Pastoral.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 5, no. 1 (2020): 1–10. doi:10.21460/gema.2020.51.497.
Moltmann, Jürgen. The Church in the Power of the Spirit: A Contribution to Messianic Ecclesiology. Diterjemahkan oleh Margaret Kohl. London: SCM Press LTD, 1977.
———. The Open Church: Invitation to a Messianic Lifestyle. Diterjemahkan oleh M. Douglas Meeks. London: SCM Press, 1978.
Nugent, John C. The Fourfold Office of Christ: A New Typology for Relating Church and Word. Eugene, OR: Cascade Books, 2024.
Pakpahan, Binsar Jonathan, dan Gunawan Simatupang. “Analisis Konsep Teologis Jabatan Imam, Raja, dan Nabi yang dilekatkan kepada Pendeta HKBP.” Voice Of Wesley 5, no. 2 (2022): 43–59. doi:10.36972/jvow.v5i2.147.
Pratt, Jonathan. “Prophets, Priests, and Kings: A Contested Framework for Church Leadership.” Reformed Theological Review 79, no. 3 (2020): 186–214.
Putri, Agustin Soewitomo, dan Elkana Chrisna Wijaya. “Konstruksi Teologia Persahabatan Melalui Pemaknaan Koinonia dalam Bingkai Moderasi Beragama.” Jurnal Teologi Gracia Deo 4, no. 2 (2022): 394–405. doi:10.46929/graciadeo.v4i2.114.
Roberts, Alexander, dan James Donalson, ed. Ante-Nicene Fathers: The Writings of the Fathers down to A.D. 325. Volume 1: New York: Christian Literature Publishing Co., 1885.
Schaff, Philip, ed. Nicene and Post-Nicene Fathers: Second Series. Volume VII. Vol. Volume VII. London: Parker & Company, 1894.
Sinaga, Raidin. “Imamat dan Kenabian.” Logos 12, no. 1 (2015): 31–49.
Slade, Peter. Open Friendship in a Closed Society: Mission Mississippi and a Theology of Friendship. New York: Oxford University Press, 2009.
Susanta, Yohanes Krismantyo. “Menjadi Sesama Manusia: Persahabatan sebagai Tema Teologis dan Implikasinya bagi Kehidupan Bergereja.” DUNAMIS 2 (2018): 103–18.
Wendlinder, Anastasia. “Empowered as King, Priest and Prophet: The Identity of Roman Catholic Laity in the People of God.” New Blackfriars, 9 Maret 2014, 105–16. doi:10.1111/j.1741-2005.2012.01510.x.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Janrio Fernando Siagian (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















