Transgender: Gereja yang Mencari dan Memulihkan
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.708Keywords:
Harvest Theology, Transgender, Trauma, ChurchAbstract
Transgender is an individual who is interested in living as the opposite gender, regardless of whether they want to take do it as far as dressing in the opposite gender in daily life or undergoing gender reassignment surgery. Transgender is a lifestyle that demands recognition and acceptance from society, including the church. The church must focus on God's teaching that everyone, including transgender, must be served and saved. The research uses qualitative research, focusing on a descriptive approach to outline and explain the issues clearly, and in-depth analysis through critical interpretation of the literature. The analysis of the literature materials is conducted by selecting relevant materials related to the researched topic to delve into the subjects associated with transgender, the church, trauma, and Harvest Theology. This research aims to: (1) examine the Biblical view on transgender; (2) how the church can holistically serve transgender individuals; (3) what evangelistic methods are suitable for reaching out to transgender people; (4) how the church can foster strong and healthy families under God's authority. The results of the study indicate that the Bible clearly states that being transgender is wrong, Harvest Theology helps the church grow by encouraging evangelism towards transgender individuals, the church must assist transgender individuals and congregants in healing from trauma, and work on family restoration as a reflection of God's perfect love.
Abstrak
Transgender adalah individu yang tertarik hidup sebagai lawan jenis, terlepas dari apakah dijalankan hanya sebatas berpakaian lawan jenis dalam kehidupan sehari atau melakukan operasi ganti kelamin. Transgender adalah suatu gaya hidup yang menuntut pengakuan dan penerimaan dari masyarakat, termasuk gereja. Gereja harus fokus pada pengajaran Tuhan bahwa semua orang, termasuk transgender, harus dilayani dan diselamatkan. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif (qualitative research), dengan fokus pada pendekatan deskriptif untuk menguraikan dan menjelaskan masalah sehingga menjadi jelas dan pendekatan analisis mendalam melalui interpretasi kritis terhadap literatur. Analisa terhadap materi literatur dilakukan dengan memilih bahan-bahan yang relevan dengan topik yang diteliti untuk mendalami materi yang terkait dengan transgender, gereja, trauma, dan Harvest Theology. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengkaji pandangan Alkitab terhadap transgender; (2) bagaimana gereja melayani transgender secara holistik; (3) metode penginjilan apa yang cocok untuk menginjil transgender; (4) bagaimana gereja membentuk keluarga yang kuat dan sehat dibawah otoritas Tuhan. Hasil penelitian adalah Alkitab tegas menyatakan transgender adalah salah, Harvest Theology membantu gereja bertumbuh dengan mendorong penginjilan terhadap transgender, gereja harus membantu transgender dan jemaat untuk sembuh dari trauma, dan pemulihan keluarga sebagai citra kasih Allah yang sempurna.
References
“Cambridge Dictionary,” t.t. https://dictionary.cambridge.org/.
Ch, Rajnur, dan Afritayeni. “Faktor-Faktor Penyebab Orientasi Seksual pada Waria Dilembaga Ikatan Payung Sehati (IPAS) Kota Pekanbaru.” Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia 10, no. 3 (September 2020): 96–101.
Crockford, Georgia, Oliver Hawthorne, dan Tamara Leeuwerik. “How Do Transgender Young People Experience Talking About Trauma With Services?” Clinical Child Psychology and Psychiatry 30, no. 3 (2025): 768–82.
Depret, Davi, dan Mercedes Neto. “Relationship Between Childhood Abuse and Self-harm Among Transvestites and Transgender Women in Rio de Janeiro State 2019-2020.” Epidemiol. Serv. Saúde 33, no. 1 (2024): 1–14.
Dewi, Dwi Indarti Hutami. “Tantangan Pastoral Care bagi Transgender.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 3, no. 2 (Juni 2019): 1–22.
Febriani, Erna. “Fenomena Kemunculan Kelompok Homoseksual Dalam Ruang Publik Virtual.” Komunikasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 17, no. 1 (Maret 2020): 30–39.
“Gender Incongruence and Transgender Health in the ICD.” Diakses 17 Agustus 2025. https://www.who.int/standards/classifications/frequently-asked-questions/gender-incongruence-and-transgender-health-in-the-icd.
Hutabarat, Samuel. “Mendorong Pertumbuhan Gereja dengan Merevitalisasi Jemaat Menjadi Penuai.” veritas Lux Mea 7, no. 2 (2025): 220–35.
“India Court Recognises Transgender People as Third Gender,” 15 April 2014. https://www.bbc.com/news/world-asia-india-27031180.
“Kamus Besar Bahasa Indonesia,” t.t. https://kbbi.web.id/.
Kearns, Shannon T.L. In the Margins: A Transgender Man’s Journey with Scripture. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 2022.
Ledo, Jollyanes Petrecia. “Analisis Pelaksanaan Konseling Pastoral Terhadap Jemaat Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga.” Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 9, no. 1 (Oktober 2024): 2541–3945.
LGBTIQA+ Glossary of Common Term. Child Family Community Australia, 2022.
Lindqvist, Anna, Marie Gustafsson Sendénb, dan Emma A. Renströmc. “What is Gender, Anyway: a Review of the Options for Operationalising Gender.” Pyschology & Sexuality 12, no. 4 (2021): 332–44.
Manurung, Stephen Joy Herald, dan Venitta Yuubina. “Gender-Affirming Treatments to Children with Gender Dysphoria: Balancing the Children’s Constitutional Rights.” Journal of Southeast Asian Human Rights 8, no. 1 (Juni 2024): 143–72.
“Merriam-Webster Dictionary,” t.t. https://www.merriam-webster.com/.
Mitchell, Martin, dan Charlie Howarth. Trans Research Review. Manchester: National Centre for Social Research, 2019.
Mongkau, Hendry. “Pelayanan Pastoral Konseling Dalam Menangani Korban Kekerasan Seksual Pada anak.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 4, no. 1 (2023): 57–68.
Rodriguez, Angel Manuel. “Sex-Change Surgery.” Biblical Research Institute 22 (2018): 1–13.
Roy, Stephanie. “Christian Bioethical Approaches to Gender Reassignment Surgery: Understanding Opposition and Retrieving the Body-Soul Complex.” Journal of Theological Studies 2, no. 2 (Mei 2020): 1–15.
Schnarrs, Phillip W., Armin A. Dorri, dan Joshua B. Rosenberger. “The Sexual and Gender Minority Adverse Childhood Experiences Scale.” American Journal of Preventive Medicine 65, no. 6 (2023): 1050–58.
Shahbazi, Hasan, dan M. Moradi Korejan. “An Analysis of the Transformational Leadership Theory.” Journal of Fundamental and Applied Sciences 8, no. 3 (2016): 452–61.
Silalahi, Frans H.M. Harvest Theology: Strategi dan Metodenya di Era Modern. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2022.
———. “Revitalizing Harvest Theology for an Effective Mission Today.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 5, no. 2 (Desember 2022).
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Posdakarya, 2008.
American Psychological Association. “Understanding Transgender People, Gender Identity and Gender Expression,” 9 Maret 2023. https://www.apa.org/topics/lgbtq/transgender-people-gender-identity-gender-expression.
Van Engen, Charles Edward. The Growth of the True Church: An Analysis of the Ecclesiology of Church Growth Today. Amsterdam: Rodopi B.V., 1981.
Warren, Rick. Pertumbuhan Gereja Masa Kini, Gereja Yang Mempunyai Visi-Tujuan. Malang: Gandum Mas, 1999.
———. The Purpose Driven Church. Grand Rapids: Zondervan, 2010.
Yazdanpanahi, Zahra, Abed Ebrahimi, dan Neda Badrabadi. “Gender Dysphoria, Its Causes and Symptoms: A Review.” Journal of Health Science and Medical Research 41, no. 1 (2023): 1–13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Samuel Hutabarat, Frans Silalahi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















